Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yang Bujang Tersiksa dengan Pertanyaan ‘Kapan Menikah?

Admin LH

Lelahnya menghadapi pertanyaan kapan menikah | Gambar; Fimela

LelahnyaHidup.com – Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan mengandung risiko. Risiko terbesar dari para bujang adalah teror dari lingkungan sekitar, soal pertanyaan ‘kapan kamu menikah?, Calonmu dari mana? Kapan kamu kenalin ke orang tua dan keluarga besar? Serta ragam pertanyaan lainnya.

Sebagai bujang, tentunya setiap kali menemui atau mendengarkan pertanyaan-pertanyaan demikian, ada rasa bersalah bahkan perasaan tersebut, lambat laun akan mempengaruhi interaksi atau hubungan sosial di mana kita tempati.

Akibatnya, kita menyalahkan diri sendiri bahkan lebih jauhnya kita pasti sesegera mungkin untuk mencari calon pendamping, alias orang yang benar-benar akan menemani kita dalam suka maupun duka.

Rekomendasi: Intip Pesona Yolla Yuliana, Pevoli Super Idaman Milenial

Namun, tampaknya tidak lah mudah. Sebab, ada begitu banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan, sebelum memutuskan untuk ‘sold out’ atau menikah.

Di antaranya; kita juga masih memiliki impian untuk mengejar karir yang belum sesuai harapan kita, keadaan orang tua, tabungan pernikahan, mental, dan berbagai faktor yang kita alami sendiri sebagai bujang.

Masalah-masalah atau kecemasan di atas lah yang menyebabkan seseorang, terutama bagian sebagian bujang yang memilih untuk menyelesaikan atau setidaknya menggapai impian-impian tersebut.

Lelahnya menghadapi pertanyaan kapan menikah | Gambar; Fimela

Akan tetapi, lagi dan lagi masalah tersebut, tidaklah semudah yang kita bayangkan.

Makanya, ada bujang atau lajang menghabiskan sisa hidupnya dengan menyendiri. Sendiri itu ada banyak manfaatnya.

Namun, kelemahannya adalah terkadang kita mengalami kesepian. Entah siapa pun kita, dari mana pun kita dilahirkan dan dibesarkan, kita semua mengalami masalah yang sama.

Sebagai bahan pertimbangan, admin LelahnyaHidup.com mencoba untuk menawarkan beberapa opsi, yang setidaknya menjadi pedoman atau alasan, ketika kita menemui pertanyaan-pertanyaan tersebut, di antaranya;


Lelahnya menghadapi pertanyaan kapan menikah | Gambar; Fimela

Kehidupan dikatakan adalah sebuah pilihan. Entah kita memilih untuk menikah atau tetap melajang, sebenarnya tak masalah, sih.

Karena sebagaimana yang admin katakan di awal, bahwasannya setiap pilihan pasti ada risikonya.

Jika sedari awal kita sudah mengetahui konsekuensi atau risiko tersebut, tentunya kita juga punya alasan tersendiri dari pilihan tersebut, kan?


Yuk, TravelBerapa Dana Yang Dibutuhkan untuk Bepergian ke Destinasi Favorit Pulau Timor?

Jadi, nikmatilah masa bujang, sembari terus meng-upgrade atau belajar hal-hal baru, yang nantinya akan membantu kita di waktu yang akan datang.

Kedua; Jangan kemakan atau terpengaruh dengan mereka, dalam hal ini rekan-rekan seusia yang sudah berkeluarga.

Karena kebahagiaan kita bukan datang dari luar diri kita. Melainkan rasa tentram itu selalu bersumber dari dalam diri sendiri.

Dalam hal ini, kita harus menerima kelebihann kekurangan yang ada pada kita.

Ketiga; Gabunglah dengan komunitas-konunitas bujang. Siapa tahu, melalui wadah tersebut, kita bisa menemukan orang yang tepat dalam persiapan menuju tahapan pernikahan.

Keempat: Masalah apa pun tidak akan pernah usai dalam hidup kita. Jadi, kita sendirilah yang harus menfilter atau menyaring pertanyaan-pertanyaan yang melemahkan diri kita, terutama soal mencari pasangan hidup.

Kelima; Hindari pernikahan yang dijodohkan oleh orang tua kita. Karena kita sendirilah yang harus menentukan pilihan. Bukan orang tua yang harus mencari dan memaksa kita untuk menikahi si A, B – Z.

Demikian 5 hal dari admin LelahnyaHidup.com yang sekiranya memberikan insight atau pemahaman bagi sobat lajang di mana pun, terlebih dalam memilih pasangan hidup.

Teruntuk kamu yang pingin menuliskan kisah lelahnya dirimu, silakan kirimkan ke email redaksi;lelahnyahidup@gmail.com

Tertarik dengan portal LelahnyaHidup.com, jangan lupa klik tombol ikutin, agar sobat tak ketinggalan informasi terbaru dari portal ini.


Posting Komentar untuk "Yang Bujang Tersiksa dengan Pertanyaan ‘Kapan Menikah? "